Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan di daerah perumahan. Sebelumnya, permintaan pengunjuk rasa untuk berkumpul ditolak oleh pihak berwenang karena 1 Oktober merupakan peringatan ke-70 Republik Rakyat China (RRC).
Demo yang terjadi membuat peringatan hari nasional China, yang biasanya diwarnai dengan kembang api, dibatalkan di Hong Kong. Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam pun berada di Beijing untuk merayakan hari nasional China ini.
Hong Kong yang merupakan bekas koloni Inggris, kembali ke pemerintahan China pada 1997. Sejak penyerahan itu, wilayah tersebut telah beroperasi di bawah prinsip "satu negara, dua sistem," yang memberi warganya beberapa kebebasan hukum dan ekonomi yang tidak diberikan di daratan China.
Kota ini telah dilanda demonstrasi selama 18 minggu berturut-turut. Protes-protes itu awalnya dimulai sebagai protes damai, namun menjadi kekerasan.
Gejolak itu dipicu oleh UU Ekstradisi yang sekarang ditarik, yang akan memungkinkan rakyat Hong Kong di ekstradisi ke daratan China.
Beberapa demonstran terlihat memegang tanda yang mengatakan "Bukan Hari Nasionalku, Bangga menjadi orang Inggris sejak 1841" di luar konsulat Inggris di Admiralty, sebagaimana dilansir dari CNBC Internasional.
Di bawah pemerintah kolonial, beberapa warga negara Hong Kong diberikan paspor Nasional Britania Raya di luar negeri, tetapi tidak memberikan pemegang hak kewarganegaraan penuh.
(sef/sef)"hari" - Google Berita
October 01, 2019 at 05:23PM
https://ift.tt/2o9Lewq
Meski Hari Ini China Ultah, Demo Hong Kong Tetap Membara - CNBC Indonesia
"hari" - Google Berita
https://ift.tt/30byRRZ
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Meski Hari Ini China Ultah, Demo Hong Kong Tetap Membara - CNBC Indonesia"
Post a Comment